Cerita seks ini Update Setiap Hari, Jadi jangan sampai terlewatkan setiap cerita seks disini

Friday, August 13, 2010

cerita pesta seks bertiga

Cerita ini bermula ketika aku ada janji dengan temanku bernama Irfan (samaran) untuk membicarakan suatu organisasi. Disepakati sebuah tempat yang mudah didapat yaitu café S yang terletak di sebuah plaza di kota S. Rencana pertemuan ditentukan jam 2 siang, artinya setelah kami sama-sama selesai kuliah.

Sebelumnya perlu pembaca ketahui, namaku Sakti, sesuai dengan namanya, entah mengapa dalam setiap jenjang pendidikan, aku selalu aktif berorganisasi dan selalu menempati posisi puncak dalam organisasi yang kuikuti, mulai dari OSIS SMP, OSIS SMA, Organisasi Pemuda dan kemasyarakatan (tidak perlu kusebutkan namanya), hingga organisasi intra dan ekstra kampus, yaitu ketua Himpunan, Senat dan lain-lain. Kegiatanku bertambah dengan semaraknya demonstrasi di masa reformasi, hingga pernah suatu ketika aku menjadi target intai para intel militer dan polisi. Padahal aku bukanlah termasuk sosok yang spesial, wajahku biasa saja, kulit tidak putih mulus (cenderung coklat gelap), badan sedang-sedang saja (170 cm), sehingga aku mengambil kesimpulan mungkin karena otakku yang encer, pandai berorasi/pidato, supel (walaupun tidak gaul).

Kembali ke cerita tadi, maka siang itu aku segera berangkat ke plaza, berhubung masih pukul 1 lewat 15 menit, kumanfaatkan waktu yang tersisa dengan jalan-jalan sambil melihat-lihat barang yang dipajang di etalase. Sesekali aku melirik setiap ada wanita cantik yang menarik perhatianku. Hingga pukul 2 kurang 5 menit, segera aku mengambil tempat di café S yang sengaja meja untuk dua kursi karena hanya aku dan temanku yang akan bertemu. Namanya mahasiswa, maka aku memesan yang ringan-ringan saja, secangkir java cofee, begitu yang tertulis di menu hot cofee, walaupun rasanya masih lebih sedap kopi buatan sendiri di tempat kost.

Oke, lima menit aku menunggu dan kopi belum datang, pager-ku berbunyi (maklum baru mampu bawa pager, dan itu penting bagi seorang aktivis seperti saya). Sebenarnya aku malas untuk membaca pesan tersebut, tetapi karena tidak ada yang kulakukan selain menunggu, maka kubaca saja pesan yang baru masuk tadi, dan ternyata menambah kekecewaanku hari ini. Hari sial batinku, Irfan minta maaf kalau pertemuan dibatalkan karena ia harus menemui seorang dosen, dan aku mengerti untuk urusan yang satu itu, tentu tidak dapat dibatalkan.

Tanpa kusadari, dari tadi gerak-gerikku diperhatikan oleh dua orang wanita yang duduk terpaut dua meja dari tempatku, dan mereka dapat melihatku dengan bebas, sementara aku sibuk dengan pager-ku dan kopi yang baru saja datang dan terlambat untuk dibatalkan, maka kuputuskan untuk menghabiskan dulu dan segera pulang ke kost-ku.

Kejadian ini baru kuketahui ketika tiba-tiba salah satu dari wanita tersebut sudah ada di hadapanku dan bertanya, “Sedang menunggu teman ya Mas?”
Kata-kata klise untuk memulai pembicaraan (batinku), “Ya, dan Mbak sendiri?”
“Oh saya sedang istirahat saja, habis belanja, maaf jam berapa ya Mas.. soalnya jam saya mati, lupa belum ganti baterai, di mana ya di plaza ini ada service jam..”
“Wah pasti Mbak bukan orang dari kota ini ya.. karena plaza ini sudah tentu paling lengkap di kota S, apa saja ada di sini, termasuk mmhh..(tadinya aku mau bicara wanita, biasa gaya orang yang ceplas-ceplos, tapi buru-buru kupotong karena dia bertanya dengan jujur)”
“Oh ya.. maaf nama saya Anggi, dan itu teman saya Rina”, kata wanita tersebut sambil megulurkan tangan.
“Betul saya baru datang dari B pagi tadi dan rencananya tinggal di kota S ini untuk 3 hari, sambil menunggu acara nanti malam, saya sempatkan belanja di plaza ini, karena hotel saya dekat, cukup jalan kaki saja.”
“Sakti, dan saat ini sudah pukul 2.30.”

Rupanya percakapan yang singkat ini berlangsung 15 menit, bukan main, sebuah perkenalan terlama bagiku, mungkin karena aku tidak terlalu bersemangat atau ada sesuatu yang lain. Mmmhh.. ya, sesuatu yang lain itu mungkin terlalu bermain di pikiranku. Maklum, otakku terkenal encer, sehingga mudah menangkap sesuatu dengan cepat dan aku baru sadar bahwa selama beraktivitas aku melupakan satu hal penting dalam hidup, wanita. Dan dia kini hadir di hadapanku dengan penuh pesona. Hasil perhitungan (seperti matematika), dengan cepat aku dapat membuat kesimpulan yang kuyakini kebenarannya. Cantik, manis, umur 25-30 tahun, bentuk badan yang seimbang, kira-kira 160-165 cm, dan.. wah aku belum pengalaman untuk mengukur lebih jauh dari itu, aku bermain dengan lamunanku, pinggang dan payudaranya bukan main.

Cukup waktu satu jam saja untuk memperlancar diskusi dengan Anggi (sementara Rina hanya sesekali menimpali) sambil kami mengambil jadi satu meja saja, dan aku yang rela bergeser ke meja mereka. Satu jam yang berarti (aku jadi lupa urusanku dan juga Irfan). Anggi adalah seorang sekretaris sebuah perusahaan swasta di kota B dan Rina adalah asisten Anggi. Aku tidak peduli siapa mereka, yang jelas kedua-duanya sangat mempesona.

“Mari saya bawakan barang belanjaan Mbak Anggi.”
“Oh terima kasih.. tidak perlu serepot itu”, (sepintas aku maklum, karena sedikit terlihat apa saja yang dibelanjakan, kebutuhan wanita).
“Begini saja, bagaimana kalau kamu ikut kita, karena saya ada voucher di café D hotel tempat saya menginap, jadi kita bisa manfaatkan voucher tersebut, dan melanjutkan diskusi kita, mungkin kamu bisa cerita banyak tentang kota S ini, bagaimana?”
“Tetapi saya tidak bawa mobil, maklum mahasiswa Mbak..”
“Lho hotel kita dekat kok, cukup jalan kaki saja, gimana mau nggak.”
Aku belum menjawab, tetapi kaki ini sudah terburu melangkah menyetujui usulannya. Kami pun berjalan menuju hotel tempat mereka menginap. Sesampainya di hotel.

“Kamu tunggu dulu, aku mau ganti baju dulu, Rin.. tolong tuh Sakti diberi coklat yang tadi kita beli.”
Sekejab saja Anggi melepaskan pakaian di hadapan kita berdua (aku dan Rina).
“Mbak.. ih kan ada Mas Sakti, kok nyelonong gitu aja sih..”
“Mmmhh, sebaiknya aku tunggu di luar saja Mbak, betul kata Rina..” aku membalikkan badan, dan memang kamar itu tidak ada sekat kecuali kamar mandi.
“Lho emangnya umurmu berapa?”
“25 tahun Mbak..”
“Sudah cukup dewasa bagi kamu, apakah kamu belum pernah lihat sebelumnya?”
“Kamu beruntung, kupikir inilah saat pertama bagi kamu.”
“OK, saya beri waktu satu menit untuk memutuskan apa kamu mau melihatku atau tunggu di luar.”

Satu menit, setengah menit saja aku sudah membalikkan badan dan melihat Mbak Anggi dengan bra dan celana dalam saja.
“My God.. seseorang wanita cantik telah berdiri di hadapanku..”
“Terima kasih Tuhan, telah memperlihatkanku tubuh wanita cantik di hadapanku, ini merupakan hal yang pertama dalam diriku.”
“Mari kita memulai permainan.”
“OK Sakti, kita punya suatu permainan yang mengasyikkan.”
Kemudian aku tidak bisa menolak karena sekali lagi melihat bodi itu. Rina hanya bengong aja. Maka dimulailah les private yang pertama dalam hidup saya.
“Coba sentuh susuku..” dan aku menurut, dituntunnya tanganku meraba payudaranya yang kenyal, saat itu aku belum tahu berapa ukuran payudara Anggi, belakangan (setelah mahir) baru tahu kalau 34B.

Kukumpulkan keberanian untuk mulai menikmati kedua payudara Anggi dengan kedua tanganku. Perlahan tetapi pasti kujelajahi kedua bukit kembar yang untuk pertama kalinya, kudapati tanpa sebuah perjuangan yang berarti. Semakin lama aku permainkan dengan sekali dua kali kucubit putingnya yang menonjol menantang, mengalunlah suara yang terengah-engah, “Oohh.. Saakk.. ohhkh.. nakal kamu..” dan suara itu, ya.. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! Anggi menyadari itu dan tanpa permisi melorotkan celana Jeans-ku dan dibukanya sebagian CD-ku. “Wow.. Sak, punya kamu sudah minta segera di treatment tuh.. kasihan 25 tahun dianggurin aja, woowww.. kepala burungmu besar betul.. bisa masuk nggak ya? Ohhkh.. ya, terus Saktii..” Jujur saja sebenarnya burungku tidaklah istimewa, panjang sekitar 14 cm saja, hanya kepalanya besar dan diameternya lumayan. Aku sempat ragu juga apa bisa memuaskan, maklum ini pengalaman pertamaku dan ukuran burungku yang tidak spesial menambah kurang percaya diri.

Tetapi dengan sigap Anggi melumat habis kemaluanku, aku kaget setengah mati ternyata bukan main nikmatnya, terus dan terus hingga mencapai kekerasan dan tegak maksimum. Aku sudah tidak kuat untuk memuncratkan spermaku dan benar, untuk pertama kalinya spermaku muncrat di mulut seorang wanita, dan habis diminumnya seperti segelas anggur. Aku baru sadar jika Rina dari tadi memperhatikan permainan kami berdua.

Tidak sampai 5 menit kemudian kemaluanku sudah berdiri lagi dan kini dituntunnya burungku memasuki liang kemaluan Anggi yang sudah semakin basah, ini memudahkan tugasku untuk menelusuri lubang kenikmatan tersebut. Sungguh dalam permainan ini aku benar-benar diajari oleh Anggi, sehingga dengan cepat aku sudah terbiasa dan memulai inisiatif untuk mengimbangi permainan Anggi. Syukurlah walaupun pertama kali, ternyata aku sanggup bertahan setengah jam menggosok-gosokan kemaluanku di lubang kemaluan Anggi tanpa henti dengan segala posisi dan variasi yang Anggi ajarkan.

Entah sudah berapa kali kusaksikan Anggi mengejang (aku belum tahu kalau itu orgasme), tetapi tampak Anggi semakin semangat dan tanpa kusadari permainan sudah berlangsung 1,5 jam sehingga Anggi berkomentar, “Sakti, puluhan kali aku bersetubuh dengan berbagai lelaki.. tetapi baru kali ini aku bisa orgasme lebih dari lima kali dan kamu kuat sekali bertahan. Oke deh aku nyerah, tolong segera keluarkan spermamu, aku bisa mati kelemasan karena orgasme berulang kali.” Maka di setengah jam berikutnya aku semakin menghayati permainanku dan bukan semakin mempercepat kocokanku tetapi semakin intent dengan menekan batang kemaluanku ke lubang Anggi, dan dia sangat menikmatinya. Akhirnya saat yang kutunggu tiba, muncratlah spermaku untuk yang kedua kalinya di lubang kemaluan Anggi.

Total permainan kami 3 jam dan itu adalah waktu yang cukup buat Rina untuk memahami permainan kami. Maka dituntunlah Rina oleh Anggi untuk menikmati diriku, sekali lagi tidak sampai 5 menit batang kemaluanku sudah gagah perkasa lagi, dan tidak sulit memulai permainan dengan Rina, karena dia sudah terpengaruh dengan permainan kami. Ini terbukti dengan liang kemaluannya yang becek. Satu yang membedakan Rina dengan Anggi, ketika batang kemaluanku mencoba masuk lubang kemaluan Rina, sulitnya bukan main dan belakangan kusadari kalau ternyata Rina masih perawan. Aku merasa bersalah telah merusak keperawanan Rina, tetapi kenapa dia tidak menolak sejak awal? “Aku sudah terangsang hebat dan aku juga ingin merasakan kenikmatan ini”, begitu jawabnya singkat dengan peluh bercucuran, permainan ini tidak berlangsung lama seperi saat bercinta dengan Anggi, cukup 2 jam. Jadi total permainan kami 5 jam. Aku hendak pamit pulang, ternyata mereka melarang, jadilah kami bertiga tidur di hotel seranjang dalam keadaan telanjang bulat.

Sebelum perpisahan di pagi hari, kami sempat bercinta lagi, tetapi kali ini aku dikeroyok oleh mereka berdua, dan aku sudah semakin terbiasa dengan seni percintaan ini, sehingga tidak langsung memasukkan batang kemaluanku ke liang kemaluan mereka, tetapi dengan saling merangsang melalui jilatan dan ciuman di liang kemaluan mereka. Akibatnya bisa dibayangkan, jika semalam permainan kami berlangsung 5 jam, kali ini berlangsung 7 jam non stop entah berapa kali mereka orgasme, yang jelas aku selalu bergantian dari satu lubang ke lubang lainnya dan aku cukup mengeluarkan 4 kali sperma, masing-masing sekali di mulut Anggi dan Rina, sekali di lubang kewanitaan Anggi dan Rina.

Demikianlah pembaca, sejak peristiwa itu, setiap kali Anggi atau Rina ke kotaku, selalu kami bercinta, dan dari mereka pula aku dikenalkan dengan wanita lain yang juga butuh kepuasan seks, dari eksekutif muda hingga ibu-ibu ataupun wanita karir yang enggan berkeluarga. Mereka yang pernah aku layani berkisar 23 tahun hingga 42 tahun.

Saat ini aku sudah pindah ke ibu kota dengan jabatan pekerjaan yang lumayan sebagai seorang general manager tetapi hobiku yang satu itu tidak dapat kulupakan dan ingin melakukannya lagi, tetapi bagaimana? Cari saja pelacur? No way! Kalau di kota S saja aku bisa dapatkan tanpa harus mencari, pasti di ibu kota ini akan lebih banyak.

Kepada pembaca (terutama wanita) yang ingin berkenalan silakan kirim ke alamat e-mail saya, sengaja aku memakai alamat dengan nama seorang wanita, karena aku ingin mengenang nama itu, dia adalah wanita yang paling spesial dalam melayaniku. Suatu saat akan kuceritakan, bagaimana permainanku dengan Dwilina. Sekarang aku ingin bermain dengan wanita dari ibu kota ini.

4 komentar:

Alexia Nanda on November 7, 2014 at 7:27 AM said...

Tips Agar Pasangan Wanita Mengerang Nikmat

Foto Mahasiswi Cantik Jual Diri

Cerita Ngentot di Toilet dengan Dewi

Koleksi Foto Cewek Mesum Bahenol

Foto Ngentot Memek Sempit ABG

Foto ABG School Japan Panas Pamer Memek

Foto Ngintip Sex Telanjang Bulat





Cerita Dewasa Ibu Mertua Hot

Foto Kumpulan Memek Basah dan Becek Gadis Perawan

Foto Tante Girang Nungging Doggy Style Minta di Ngentotin

Koleksi Foto Hot Tante Bahenol Toket Sekel

Cerita Dewasa Sekertaris Cantik Mempesona




Gadis Asia Cantik Putih Mulus Toket Gede Meki Tembem

Foto Telanjang Bugil di Kolam Renang

Foto Sex Hot Model Baby Juwita

Cerita Dewasa Sex Kisah Sexks Ngentot Janda Kembang

Indahnya Tubuh Cewek Sexy dan Mulus



Foto Bugil Memek Anak SMP Masih Perawan

Foto-Foto Cewek ABG Pamer Memek Merah

Foto Ngintip Gadis ABG Sexy Tidur Telanjang

Foto Memek Perawan ABG SMP Alus Bener

Video 3gp Megumi Shino



Paha Mulus Gadis Belia

Kumpulan Foto Cewek Cantik Terbaru

Cewek Bugil Puting Mungil

Kumpulan Gadis Ok Vagina Sempit dan Tetek Montok

Foto Bugil Telanjang Bulat ABG Bispak Belum Tumbuh Jembut

Obat Pembesar Penis dan Payudara

Obat Pembesar Payudara Herbal

English Choti on May 5, 2015 at 8:58 AM said...



Cerita seks

cerita fucking

seks dan suka cerita



Cerita seks

cerita fucking

seks dan suka cerita



Cerita seks

cerita fucking

seks dan suka cerita


Agustina Lucky on May 30, 2015 at 2:10 AM said...

Kumpulan Gambar Vagina Perawan dan Yang Sudah Tidak Perawan


Foto Mesra Payudara Bugil dan Telanjang Bella Shofie Terbaru


Gambar Bugil Wanita Asia Cantik Dan Mulus Sexy


Dian indri, seorang istri berjilbab dari lereng lawu


Kumpulan Foto Tante Girang Hot sedang Tidur Telanjang Tanpa Busana yuk..!!


199 Foto Bugil Gadis Arab Pamer Memek Berbulu Lebat


Foto Hot Susu Tante Janda Kembang Cantik Dan Seksi


Ayumi Pose Telanjang Sambil Mandi Dikolam Renang


Foto Payudara atau Toket Gede Cewek Jepang


Download Kumpulan Foto Cewek Jilbab Nungging


Foto Bugil Tante Girang Lagi Di entot dan di jilat memeknya


Inilah foto hot ngetot memek mulus gadis pangilan


Mulus Basah Memek mulus Cewek Bugil Foto Memek


Kumpulan Foto Memek dan Vagina Gadis Perawan Hot


Koleksi Foto Pramugari Seksi Pamer Payudara Montok


Pose Panas Gadis-Gadis Cantik pamer Payudara Besar


Gambar Foto Julia Perez Bugil Kelihatan Payudara Besar


Foto Bugil ABG Terseksi dan Tercantik Tanpa Sensor


Gadis Perawan Nakal Ngentot Gaya Baru Ngangkang


Kummpulan Foto Bugil Hot Artis Wanita dari Negara Arab


ABG Bugil Dan Gadis Bispak Jago Ngentot With Toket Gede


Video bokep tante girang artis indonesia foto bugil memek


Bispak Montok Telanjang dikamar Hotel Memek Basah


Lina Pamer Memek Mulus Ayam Kampus Kota Depok

Ika Lestari on June 10, 2015 at 5:43 AM said...

FREE PORN VIDEO | VIRGIN


FREE PORN PERAWAN



FREE PORN AWEK BOGEL TUDUNG




FREE PORN VIDEOS TANTE MANJA




FREE PORN TANTE SAMA BERONDONG




PORN|Cerita Sex Melayu | Cerita Lucah Melayu




PORN MEMEK ABG BISPAK




Cewek Jutawan Malaysia Paling Cantik Bogel




gambar awek bogel bersetebuh dalam stesen minyak terseba




PORN|Koleksi awek-awek Jepun berpakaian Meleleh Air Liur




Fwek Model Bugil indo malay




Video Erotic Bokep Asia




Download Video Filem Semi




PORN|DOWNLOAD MOVIES 18+




PORN|melayu luncah video




FREE PORN VIDEO | VIRGIN



Cewek SMA lagi Ngentot sama om-om




Video Ayam Kampus Bispak




Video Hardcore Indonesia




FREE PORN VIDEO MALAYSIA




FREE PORN VIDEO INDONESIA




FREE PORN VIDEO THAILAND

















FREE VIDEO PORN ASIAN


FREE VIDEO PORN HARDCORE



FREE VIDEO PORN LESBIASN





















Balas





















































































































































Balas Hapus

Post a Comment

Silahkan Komentar

 

Friends

Followers

Cerita seks Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts